_____________________________

Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Sabtu, 15 Februari 2014

Mengenal Jenis Tipe dan Fungsi Serta Kegunaan Masing-Masing Tipe APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Dalam manajemen K3 Kebakaran, kebakaran di klasifikasikan ke dalam 4 kategori;

1.Klas A : Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar
Contoh : kertas, kayu, plstik, karet, dll.

2.Klas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala
Contoh : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.

3.Klas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek)
Contoh : generator listrik, setrika listrik, dll.

4.Klas D : Kebakaran yang berasal dari bahan logam
Contoh : magnesium, potassium, lithium, calcium, dll.

Maka untuk alat pemadamnya pun bisa dikategorikan berdasarkan kategori kebakarannya.

JENIS BAHAN UTAMA APAR
1.Busa
2.Tepung kimia kering (Dry Chemical)
3.Gas CO2 (Carbon Dioxide)
4.Cairan mudah menguap (Hallon)
5.Air

ALAT PEMADAM API BUSA ( Foam )

Busa adalah alat pemadam yang efektif untuk memadamkan kebakaran Kelas A dan B.
Bahan yang digunakan adalah campuran Natrium Bicarbonate dengan Aluminium Sulfat, keduanya dilarutkan kedalam air hasilnya suatu busa yang volumenya mencapai 10 x volume campuran.

Pemadam api menggunakan busa merupakan sistem isolasi, yaitu mencegah agar oksigen tidak mendapat kesempatan untuk beraksi, karena busa menyelimuti (menutup) permukaan benda yang terbakar.

Cara penggunaannya :

  1. Dengan membalikkan tabung, maka otomatis kedua larutan akan bercampur dan keluar melalui Nozzle.
  2. Arahkan Nozzle ke benda yang terbakar.
  3. Jangan melawan arah angin.

Keuntungannya :
  1. Alat Pemadam Api jenis busa mempunyai tekanan rendah, sehingga lebih efektif untuk memadamkan kebakaran benda cair.
  2. Cara penggunaannya lebih praktis.


Kerugiannya :
  1. Alat Pemadam Api jenis busa tidak bisa untuk memadamkan kebakaran listrik, karena berupa cairan.
  2. Kotor dan meninggalkan noda pada benda yang terkena cairan busa jika tidak segera dibersihkan.

Catatan :
  1. Apabila benda padat yang terbakar, arah semportan bisa langsung ke benda yang terbakar.
  2. Apabila benda cair yg terbakar, arah semprotan pada dinding sebelah dalam tempat beda cair terbakar.
  3. Nozzle harus bebas dari hambatan/sumbatan (biasanya debu dan serangga).


SIFAT – SIFAT ALAT PEMADAM API BUSA
1.Penyelimutan (smothering)
2.Mencegah penguapan bahan bakar
3.Pendinginan (cooling)
4.Melokalisir benda yang terbakar
5.Tidak boleh untuk memadamkan kebakaran listrik

ALAT PEMADAM API CO2

Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau Carbon Dioxide digunakan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan – peralatan mesin atau listrik.

Tabung – tabung yang digunakan berisi gas CO2 yang berbentuk cair, bila dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi gas.

Cairan CO2 didalam tabung temperaturnya rendah sekali dan berbahaya apabila mengenai tubuh manusia.

Cara penggunaannya :
  1. Angkat Tabung dari tempatnya
  2. Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
  3. Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
  4. Lepas pen pengaman.
  5. Pegang corong pada gagang yg mempunyai penyekat agar tangan tidak luka karena suhu dingin.
  6. Arahkan corong ke atas
  7. Tekan tangkai penekannya
  8. Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
  9. Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
  10. Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
  11. Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.
  12. Jangan melawan arah angin.


Keuntungannya :
  1. Merupakan gas yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dan tidak menyebabkan karat
  2. Dapat disimpan didalam tabung-tabung yang terbuat dari baja, sehingga mudah disiapkan diruangan sempit.
  3. Carbondioksida yang disimpan didalam tabung dapat digunakan berulang kali, (tidak sekali pakai)
  4. Dapat digunakan untuk memadamkan api secara otomatis (pada instalasi tetap).

Kerugiannya :
  1. Pada konsentrasi tertentu gas CO2 dapat membahayakan manusia oleh karena itu, pemadam api didalam ruangan petugas harus memakai masker dan alat bantu pernafasan;
  2. Kurang efektif digunakan diruangan terbuka; Pada waktu menggunakan CO2 diruangan tertutup harus diyakinkan dulu bahwa tidak ada orang atau korban yang masih berada didalam ruangan.

Berdasarkan kemasan CO2 terdiridari :
  1. Jenis membran
  2. Jenis pengatup

Alat Pemadam Api jenis CO2 bisa untuk memadamkan kebakaran kelas A, B dan C.

ALAT PEMADAM API POWDER


Serbuk Kimia kering (Dry Chemical Powder) adalah bahan pemadam serbaguna yang dapat memadamkan api atau kebakaran kelas A, B dan C

Cara penggunaannya :

  1. Angkat Tabung dari tempatnya
  2. Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
  3. Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
  4. Lepas pen pengaman.
  5. Pegang corong/Nozzle arahkan corong ke atas
  6. Tekan tangkai penekannya
  7. Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
  8. Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
  9. Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
  10. Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.
  11. Jangan melawan arah angin.
Keuntungannya :
  1. Serbuk kimia kering tidak berbahaya bagi manusia;
  2. Sebagai pemisah oksigen dan api;
  3. Bukan pengahantar listrik;
  4. Efektif dipergunakan diruang terbuka (jika angin tidak kencang);
  5. Dapat menyerap panas sekaligus dapat
Kerugiannya :
  1. Jka dipakai berbentuk debu, akan mengganggu pernafasan dan penglihatan;
  2. Sekali pakai habis;
  3. Maninggalkan kotor berupa serbuk.


ALAT PEMADAM API hallon

Pemadam Hallon adalah bahan yang terdiri dari beberapa unsur kimia yang dibedakan macam-macamnya dengan menggunakan kode angka misalnya :
            • Hallon 104 - Carbon Tetra Chlor
            • Hallon 1001 – Metyl Bromide
            • Hallon 1211 – Bromo Chloro di Fluoro Methane
            • Hallon 1301 – Bromo Teifuoro Methane
Alat Pemadam jenis Hallon dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran Kelas A, B dan C.

Alat Pemadam ini bila dikeluarkan isinya berbentuk gas, tapi tidak bercampur dengan oksigen dan akan keatas, sehingga bida merusak lapisan ozon.




PENEMPATAN APAR

JENIS BANGUNAN
BERAT
MINIMUM
LUAS
JANGKAUAN
JARAK
MAKSIMUM
INDUSTRI
2 Kg
150 M2
15 METER
UMUM
2 Kg
100 M2
20 METER
PERUMAHAN
2 Kg
250 M2
25 METER
CAMPURAN
2 Kg
100 M2
20 METER
PARKIR
2 Kg
135 M2
25 METER
BANGUNAN TINGGI 
LEBIH DARI 14 METER
2 Kg
20 M2
20 METER


TANDA TEMPAT PENEMPATAN APAR

a. Pada Dinding


•Segitiga sama sisi warna merah
•Ukuran sisi 35 Cm
•Tinggi tanda pada 7,5 Cm warna merah
•Ruang tulisan tinggi 3 Cm warna merah




b. Pada tiang berbentuk kotak, tanda pemasangan diberi tanda merah

c. Pada tiang berbentuk bulat, tanda pemasangan diberi tanda merah


Persyaratan Tehnis APAR

Untuk semua jenis APAR yang biasanya dikemas dalam tabung harus memenhui syarat :

  1. Tabung harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat )
  2. Dilengkapi dengan etiket cara – cara penggunaan yang memuat urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya
  3. Segel harus dalam keadaan baik
  4. Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (Cartridge )
  5. Slang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi
  6. Bagi APAR yang jenis Busa tabung dalam tidak bocor serta lubang pengeluaran (neszel) harus tidak tersumbat baik.
  7. Bahan baku pemadam harus selalu dalam keadaan baik
  8. Tutup lubang harus baik dan tertutup rapat
  9. Isi tabung gas sesuai dg tekanan yang dipergunakan
  10. Belum lewat batas masa berlakunya
  11. Warna tabung harus mudah dilihat.

Pemasangan dan penempata harus memenuhi syarat :

  1. Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat, diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
  2. Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran
  3. Setiap APAR harus dipasang menggantung pada dinding dengan sengkang atau dalam lemari kaca
  4. Pemasangan dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian paling atas pada ketinggian 1,3 meter dari permukaan lantai
  5. Tidak boleh dipasang didalam ruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49o C
  6. Penempatan APAR didasarkan pada kemampuan jangkauan sera jenis bangunannya.

Berikut Tabel Resume Kelas Kebakaran dan Jenis Bahan APAR yang dapat digunakan;
No
KELAS KEBAKARAN
SISTEM PEMADAM
AIR
FOAM
CO2
POWDER
1.
Kelas A
Pendinginan Penguraian Isolasi
Baik
Boleh
Boleh
Boleh
2.
Kelas B
Isolasi
Bahaya
Baik
Boleh
Baik
3.
Kelas C
Isolasi
Bahaya
Bahaya
Baik
Boleh
4.
Kelas D
Isolasi Pendinginan
Bahaya
Bahaya
Boleh
Baik

Mengenali Bahaya - Bahaya Ketika Terjadi Kebakaran

Kebakaran banyak mengakibatkan kerugian-kerugian pada manusia. Bahkan tidak jarang sering mengambil korban jiwa. Dalam beberapa kasus sering ditemukan bahwa korban meninggal bukan hanya disebabkan karna terbakar, namun juga keracunan gas atau kekurangan oksigen.

Untuk menghindari hal-hal tersebut kita perlu mengenali bahaya-bahaya dalam kondisi kebakaran agar kita dapat lebih waspada dan tau serta bisa mengambil tindakan ketika terjadi kebakaran.

Bahaya Yang Akan Terjadi Pada Saat Kebakaran;

Panas:

- Akibatnya tubuh akan letih
- Gangguan pada pernafasan

Asap : 

- Mengakibatkan sesak nafas
- Kadar oksigen menurun

Gas Beracun : 

- Cedera pada kulit, mata
- Mengakibatkan kematian


Untuk menghindari Bahaya Panas Dan Asap
  1. Gunakan baju/ jacket tahan panas 
  2. Gunakan masker dilengkapi dengan alat pelindung pernafasan, apabila tidak terdapat/ditemukan masker, gunakan kain yang dibasahi air dan ikatkan menutupi rongga pernafasan (mulut dan hidung).
  3. Merayap pada saat evakuasi (Udara panas umumnya berada pada posisi tinggi, secara teori udara panas akan naik dan selalu berada diatas udara yang lebih dingin. maka dengan mengambil posisi merendah kita bisa menghindari/mengurangi efek panas)
Ruangan Terkurung (Confined Space) 

Adalah Suatu tempat / daerah yang fasilitas jalan keluarnya sangat terbatas, sehingga mengakibatkan terakumulasinya gas-gas beracun/ berkurangnya kadar Oksigen 
Cara menghindarinya : Sebelum memasuki ruangan pelajari dengan seksama denah lokasi ruangan

Bahaya Pada Ruangan Yang Terkurung

Kadar oksigen (O2) akan menurun disekitar udara yang bertemperatur tinggi 
Tubuh menjadi letih, lemas dan mengakibatkan pingsan. 

Pada Saat Terperangkap

Cara untuk keluar dalam Keadaan terperangkap yaitu : Dengan cara melakukan meraba – raba dinding dan menggunakan punggung tangan dengan menggeserkan kaki.

Backdraft

Pada Kebakaran di ruangan tertutup, kobaran api meredup dan nyala api terhenti (pembakaran tak sempurna) 
Keluarnya gas-gas mudah menyala 
Kadar oksigen berkurang 
Bila oksigen masuk terjadi penyalaan serentak & ledakan (Backdraft). 



Ciri-ciri yang sering ditemui pada ruangan yang berpotensi backdraft yaitu,
Api diruangan telah padam, udara keluar dan masuk seolah seperti ada nafas melalui celah ruangan tersebut. Biasanya bila terdapat asap asap keluar lalu masuk kembali seperti terhisap. Hal tersebut menandakan ruangan tersebut dalam keadaan kurang oksigen karna oksigen yang telah habis oleh proses pembakaran sehingga api padam, namun panas dalam ruangan tersebut masih tersisa sehingga apabila pintu atau jendela tersebut dibuka dan oksigen masuk dalam jumlah besar akan terjadi pembakaran serentak yang menghasilkan ledakan yang cukup besar (Backdraft). backdraft ini juga sering terjadi lebih dari satu kali, jadi apabila terjadi backdraft tunggulah beberapa saat dan pastikan tidak ada backdraft susulan sebelum memasuki ruangan tersebut. Berikutnya sebelum memasuki ruangan yang tertutup usahakan membuka pintu dari samping/sebelah dinding, jangan menghadap langsung ke ruangan atau didepan pintu agar jika terjadi backdraft kita selamat karna berada di balik tembok. 


Jumat, 14 Februari 2014

PROSEDUR KEADAAN DARURAT KEBAKARAN

Nambah materi baru nih, kali ini saya mau berbagi masalah k3 yang kali ini tulisan saya ini bertema pada keselamatan kebakaran, yaitu prosedur keadaan darurat kebakaran. Nah sebelum kita membahas tentang prosedur keadaan darurat kebakaran, baiknya kita bahas dulu pengertiannya. 

Keadaan darurat adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal, terjadi tiba-tiba, Mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas dan Perlu segera ditanggulangi. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan.

Kebakaran sendiri merupakan  keadaan yang tidak diinginkan dimana suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api/penyalaan.

Dari pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebakaran itu melibatkan 3 unsur yang biasa disebut segitiga Api, Tiga unsur penting dalam kebakaran antara lain:
  1. Bahan bakar dalam jumlah yang cukup
  2. Zat pengoksidasi/oksigen dalam jumlah yang cukup
  3. Sumber nyala yang cukup untuk menyebabkan kebakaran (Panas)


Mengapa kita perlu merencanakan prosedur ini? padahal kemungkinan selalu ada, direncanakan ataupun tidak, bencana tidak bisa dihindari? Mengapa kita merencanakan prosedur kebakaran, bukankah sudah ada prosedur pencegahan kebakaran?

Dengan prosedur penanganan kebakaran, kita bisa memperkecil kerugian, pencegahan kebakaran tidak menghilangkan kebakaran kebakaran, tapi memperkecil kemungkinan terjadinya kebakaran sekecil-kecilnya. Artinya masih ada kemungkinan terjadinya kebakaran. Maka perlu adanya prosedur penanganan darurat kebakaran untuk memperkecil dampak serta kerugia akibat kebakaran apabila kebakaran tersebut terjadi.


Kebakaran terjadi sangat cepat, apabila tidak segera ditanggulangi maka kerugian total akibat kebakaran tidak akan bisa dihindari lagi. Seperti ilustrasi pada gambar berikut.


Berikut bagaimana cara penanggulangan darurat kebakaran,

Fire Alarm
Fire Alarm dipasang untuk mendeteksi kebakaran seawal mungkin, sehingga tindakan pengamanan yang diperlukan dapat segera dilakukan

Alarm kebakaran akan berbunyi bilamana: 
  1. Ada aktivasi manual alarm (manual break glass atau manual call point) 
  2. Ada aktivasi dari detektor panas maupun asap 
  3. Ada aktivasi dari panel/control room
Peringatan Tahap Kedua
(Alarm Gedung)

Merupakan tanda dimulainya tindakan evakuasi, setelah memperoleh konfirmasi akan kondisi kebakaran yang terjadi.

Perberlakuan evakuasi harus melalui sistem pemberitahuan umum 

Prosedur bagi…
SELURUH PENGHUNI / KARYAWAN GEDUNG

Saat Melihat Api,
  • TETAP TENANG JANGAN PANIK ! 
  • Bunyikan alarm dengan menekan tombol manual call point, atau dengan memecahkan manual break glass dan menekan tombol alarm, sambil teriak kebakaran-kebakaran. 
  • Jika tidak terdapat tombol tersebut atau tidak berfungsi, orang tersebut harus berteriak kebakaran kebakaran………..untuk menarik perhatian yang lainnya. 
  • Beritahu Safety Representative melalui telepon darurat atau lewat HP, Pager, dan sampaikan informasi berikut :identitas pelapor, ukuran /besarnya kebakaran, lokasi kejadian, adanya / jumlah orang terluka, jika ada, tindakan yang telah dilakukan 
  • Bila memungkinkan (jangan mengambil resiko) padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang terdekat. 
  • Jika api /kebakaran tidak dapat dikuasai atau dipadamkan lakukan evakuasi segera melalui pintu keluar (EXIT)
SAAT MENDENGAR ALARM TAHAP I

  • Kunci semua lemari dokumen / file. 
  • Berhenti memakai telepon intern & extern. 
  • Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik. 
  • Pindahkan keberadaan benda-benda yang mudah terbakar. 
  • Selamatkan dokumen penting. 
  • Bersiaga dan siap menanti instruksi / pengumuman dari Fire Commander maupun Safety Representative.
SAAT MENDENGAR ALARM TAHAP II
  • Berdiri di depan pintu kantor secara teratur, jangan bergerombol dan bersedia untuk menerima instruksi. 
  • Evakuasi akan dipandu oleh petugas evakuasi melalui tangga darurat terdekat menuju tempat berhimpun di luar gedung. 
  • Jangan sekali-sekali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik pribadi yang tertinggal. 
  • Tutup semua pintu kantor yang anda tinggalkan (tapi jangan sekali-sekali mengunci pintu-pintu tersebut) Untuk mencegah meluasnya api dan asap

SAAT EVAKUASI
  • Tetap tenang, Jangan panik ! 
  • Segera menuju tangga darurat yang terdekat 
  • Berjalanlah biasa dengan cepat, JANGAN LARI 
  • Lepaskan sepatu dengan hak tinggi 
  • Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan 
  • Beritahu tamu/pelanggan yang yang kebetulan berada di ruang / lantai tersebut untuk berevakuasi bersama yang lain. 
  • Bila terjebak kepulan asap kebakaran, maka tetap menuju tangga darurat dengan ambil napas pendek-pendek, upayakan merayap atau merangkak untuk menghindari asap, jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda Bila terpaksa harus menerobos kepulan asap maka tahanlah napas anda dan cepat menuju pintu darurat kebakaran.

SAAT PENGUNGSIAN DI LUAR GEDUNG
  • Pusat berkumpulnya para pengungsiditentukan ditempat 
  • Setiap pengungsi diminta agar senantiasa tertib dan teratur 
  • Petugas evakuasi dari setiap kantor agar mencatat karyawan yang menjadi tanggung jawabnya. 
  • Apabila ada karyawan yang terluka, harap segara melapor kepada First Aider atau Petugas Medis untuk mendapatkan pengobatan 
  • Jangan kembali kedalam gedung sebelum tanda aman dimumumkan Safety Representative. 

Prosedur bagi…
Petugas Fire Warden dan Fire Brigade

Ketika mendengar alarm atau diberitahu mengenai kejadian kebakaran, segera :
  • Memastikan di mana lokasi kebakaran. 
  • Bergerak menuju lokasi kebakaran tersebut melalui jalan terdekat dengan membawa APAR. 
  • Melapor kesiagaan untuk tindakan pemadaman kepada Pemimpin Regu (Fire Warden lapor ke Safety Rep.) 
  • Melakukan tindakan pemadaman kebakaran tanpa harus membahayakan keamanan masing-masing personil.

Prosedur bagi…
Fire Commander 

Pada saat menerima informasi adanya kebakaran 
  • Menuju Ruang POSKO Taktis dan memimpin operasi pemadaman 
  • Memastikan prosedur keadaan darurat dipatuhi dan dilaksanakan 
  • Memastikan Regu Pemadam Kebakaran telah dimobilisasi untuk menindaklanjuti adanya alarm atau pemberitahuan kebakaran 
  • Memastikan bahwa pemberitahuan umum mengenai status keadaan siaga telah dilakukan 
  • Melaporkan status keadaan darurat kepada pimpinan   
  • Melakukan komuniksi intensif dengan Safety Representative dan instansi terkait (Fire Brigade, ERT/emergency response team Area lain) 
  • Siaga untuk menerima laporan mengenai situasi dari Pemimpin Regu Pemadam Kebakaran/Fire Brigade yang berada di lokasi kebakaran dan menetapkan perlu tidaknya evakuasi total 
  • Selalu memantau mengenai status evakuasi, kondisi kebakaran, jumlah karyawan yang terjebak, 
  • Pastikan tersedianya peta, gambar bangunan, buku FEP (fire emergency plan), kunci-kunci yang diperlukan 

Petugas Evakuasi (1)
  1. Mencari penghuni atau siapa saja, dimana pada saat terjadi kebakaran ada di lantai tersebut, terutama diruang-ruang tertutup dan memberitahu agar segera menyelamatkan diri 
  2. Melacak jalan, meyakinkan jalan aman, tidak ada bahaya, hambatan ataupun jebakan pintu tertutup. 
  3. Memimpin para penghuni meninggalkan, ruangan, mengatur dan memberi petunjuk tentang rute dan arus evakuasi menuju ke tempat berkumpul (assembly point / daerah kumpul) melalui jalan dan tangya darurat.
  4. Melaksanakan tugas evakuasi dengan berpegang pada prosedur.evakuasi, antara lain 
    • Melarang berlari kencang, berjalan cepat dan tidak saling mendahului 
    • Mengingatkan agar tidak memmbawa barang besar dan berat 
    • keluar gedung untuk menuju assembly area 
    • berkumpul ditempat yg ditentukan 
    • Melarang kembali masuk kedalam bangunan sebelum diumumkan melalui alat komunikasi, bahwa keadaan telah aman. 
  5. Mengadakan apel checking jumlah Penghuni guna meyakinkan bahwa tidak ada yang tertinggal di gedung/area kerja 
  6. Menghitung dan mengevaluasi jumlah korban (sakit/luka, pingsan, meninggal) .

Prosedur bagi…
Teknisi (Electrical/Utility)
  • Matikan peralatan pengendali listrik dan aliran gas yang bisa dikenai akibat kebakaran 
  • Pastikan bahwa peralatan pemadam kebakaran seperti misalnya Pompa dan Cadangan Air berfungsi dengan baik. 
  • Periksa daerah terbakar dan tentukan tindakan yang harus dilakukan 
  • Upayakan kelancaran sarana agar prosedur pengendalian keadaan darurat dan evakuasi berjalan baik

Prosedur bagi…
Petugas Keamanan
  1. Mengatur lalu lalu lintas kendaraan yang keluar masuk 
  2. Dan menyediakan lokasi parkir untuk Fire Truck 
  3. Lakukan langkah pengamanan selama petugas pemadaman bekerja memadamkan kebakaran dengan cara : 
    • •Mengatur lingkungan sekitar lokasi untuk memberikan ruang yang cukup untuk mengendalikan kebakaran, 
    • •Mengamankan karyawan yang tidak bertugas dalam kebakaran. 
  4. Mengamankan daerah kebakaran lantai tersebut dari kemungkinan tindakan seseorang misalnya mencuri barang-barang yang sedang diselamatkan diselamatkan, mencopet penghuni yang sedang panik, dll 
  5. Menangkap orang yang jelas-jelas melakukan tindakan kejahatan dan membawanya ke pos komando


Demikian yang dapat saya sampaikan, prosedur di atas merupakan salah satu contoh prosedur penanganan darurat kebakaran. Prosedur ini dapat dikembangkan ataupun disesuaikan dengan jumlah personil, jumlah penghuni gedung, dan organisasi tim tanggap darurat dan tim K3 pada perusahaan bersangkutan. Semoga dapat menjadi refferensi dan bermanfaat. Terima Kasih.
 
 
Sumber Referensi : PT ISM Bogasari Flour Mills, Jakarta

Minggu, 09 Februari 2014

APAKAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SUTET MENGGANGGU KESEHATAN MANUSIA?

Sebelumnya mari kita mengenal medan listrik dan medan magnet terlebih dahulu, Medan elektromagnetik yang berupa medan listrik dan medan magnet adalah gelombang yang dihasilkan oleh adanya sumber arus dan tegangan. Medan listrik dan medan magnet secara alamiah memang sudah terdapat di alam. Medan listrik dan medan magnet secara bersama sama dinyatakan sebagai gelombang elektromagnetik. Tanpa disadari bahwa mahluk hidup sebenarnya telah akrab dengan medan magnet tersebut.

Medan listrik dan medan magnet alam itu besarnya berfluktuasi sesuai waktu. Matahari sebagai sumber energi primer juga menghasilkan gelombang elektromagnetik secara alami dan terus menerus. Medan listrik alam berkisar antara 0.5 kV/m pada cuaca baik dan mencapai 30 kV/m pada saat guruh/petir di dekat permukaan bumi. Medan magnet alam berkisar dari 40 sampai 60 MicroTesla. Jadi sebenarnya manusia telah beradaptasi baik sejak lahir dengan medan listrik dan medan magnet yang berasal dari alam seperti yang ditunjukkan pada gambar disamping.

Selain gelombang listrik dan medan magnet alam, ada gelombang listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh teknologi buatan manusia. Medan listrik dinyatakan dengan satuan V/m. Medan ini ditimbulkan oleh adanya tegangan listrik. Satuan V/m menunjukkan bahwa semakin jauh suatu objek dari sumber tegangan semakin rendah medan listrik yang terukur pada objek tersebut.

Medan magnet dinyatakan dengan besaran Tesla (1000 mili Tesla) atau dapat juga dinyatakan dengan Gauss. Medan magnet berasal dari sumber arus listrik yang mengalir. Semakin besar arus yang mengalir akan mengakibatkan semakin besar medan magnet yang dihasilkan. Namun demikian, seperti halnya medan listrik, semakin jauh jarak suatu objek dari sumber medan magnet semakin kecil paparan medan tersebut.

Selain dari alam, medan magnet dan medan listrik juga dihasilkan oleh peralatan listrik yang kita gunakan sehari-hari seperti handphone, televisi, microwave, dan sebagainya. Besar medan yang dihasilkan peralatan listrik tersebut berbeda satu sama lain tergantung spektrum gelombang elektromagnetiknya.

Secara umum, gelombang elektromagnetik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Dalam klasifikasinya gelombang elektromagnetik dibedakan menjadi gelombang yang dapat mengionisasi  (pengion) dan gelombang tidak pengion. Gelombang elektromagnetik juga dibedakan menjadi gelombang yang dapat menimbulkan panas dan gelombang yang tidak menghasilkan panas (Lihat peta spektrum gelombang)

Pengelompokan sifat tersebut ditentukan berdasarkan besaran frekuensi gelombang elektromagnetik. Semakin tinggi frekuensi, sebuah gelombang elektromagnetik akan memiliki sifat pengion semakin tinggi. Sifat pengion yang dimaksud adalah sifat yang bisa menguraikan persenyawaan/ikatan-ikatan kimia suatu unsur. Kelompok gelombang yang memiliki sifat pengion adalah gelombang yang telah memiliki frekuensi lebih besar dari 1 x 10^14 HZ atau yang memiliki panjang gelombang lebih kecil dari 1 x 10^(-6) m.

Oleh karena itu dapat diterangkan bahwa mulai frekuensi lebih kecil dari 1 x 10^12 Hz adalah klasifikasi frekuensi gelombang yang tidak memberikan implikasi apapun terhadap benda lain (objek berupa mahluk hidup) sesuai dengan pandangan dan keyakinan ilmu fisika. Frekuensi sangat rendah (very extremely low frequency). Secara fisika paparan gelombang listrik 50 Hz adalah gelombang yang tidak memiliki energi baik sebagai pengion maupun pemanas (Thermalized).

Jadi apakah SUTET berbahaya menurut anda? silahkan simpulkan sendiri.

Berbagai penelitian juga telah dilakukan untuk mengetahui apakah medan elektromagnetik yang keluar dari SUTET dapat mengganggu kesehatan manusia. hasilnya adalah TIDAK ADA DATA ILMIAH yang dapat membuktikan bahwa SUTET MENGGANGGU KESEHATAN. Secara fisika medan elektromagnetik SUTET termasuk medan dengan frekuensi rendah sehingga tidak dapat memanaskan maupun mengionisasi bila mengenai suatu bahan/benda.

Hal ini diperkuat oleh data hasil pengukuran bahwa medan elektromagnetik di bawah SUTET jauh lebih rendah dibandingkan standar batas maksimal yang diijinkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO, World Health Organization) untuk dapat tinggal dan hidup di sana. WHO juga tidak pernah melarang manusia untuk hidup berdampingan dengan medan elektromagnetik. Tahukah anda bahwa semua peralatan listrik di rumah kita juga menghasilkan medan elektromagnetik? jadi sebenarnya kita telah lama hidup di dalam medan elektromagnetik.'

Bahkan di dunia kedokteran medan elektromagnetik dimanfaatkan untuk membantu dokter meneliti berbagai penyakit, seperti sinar-0X, CT scan, MRI dan lain-lain. Saat ini juga banyak alat-alat yang memanfaatkan medan elektromagnetik untuk memperlancar peredaran darah, mengurangi kegemukan, dsb.




Keberadaan SUTET tidak dapat dihindari karena merupakan tulang punggung jaminan kelistrikan di Pulau-Pulau Indonesia. Mengingat tidak ada bukti bahwa paparan medan elektromagnetik dari SUTET membahayakan manusia, maka marilah kita jadika SUTET sebagai sarana untuk saling mensejahterakan antar sesama masyarakat, menjadi penopang perekonomian bangsa serta terus menerangi Indonesia.

Semoga Bermanfaat, Terima kasih.

BAGAIMANA LISTRIK DISALURKAN, UNTUK APAKAH FUNGSI KEBERADAAN SUTET

Hmm, sudah sering kita bahas masalah sipil, sesekali kita bahas masalah listrik, Bagaimana sih listrik disalurkan?
Listrik yang dibangkitkan di pusat-pusat pembangkit harus disalurkan menggunakan saluran transmisi seperti ditunjukkan pada gambar berikut

Saluran transmisi ini nih yang menyalurkan daya listrik besar ke pusat-pusat konsumen listrik.

Dalam sistem kelistrikan, saluran transmisi berfungsi seperti urat nadi yang mengalirkan darah di dalam tubuh. Tanpa urat maka manusia tak kan bisa hidup. Demikian juga halnya bila ada listrik yang dibangkitkan tetapi tidak ada saluran transmisi yang mengalirkannya, maka listrik tidak akan sampai ke konsumen. Dengan adanya saluran transmisi, energi listrik dapat dikirimkan ke suatu tempat yang yang berjarak ratusan atau bahkan ribuan kilometer. Orang yang tinggal di Jawa Barat dapat menerima kiriman listrik dari Jawa Timur, demikian juga orang di Jawa Timur bisa menerima pasokan listrik dari jawa barat. Saluran tranmisi ini juga yang menjamin tersuplainya listrik ke industri, perkantoran, dan perumahan.

Mengapa SUTET 500 kV??

Sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) 500 kV adalah saluran transmisi udara yang kabelnya memiliki tegangan listrik 500 kV ketika beroperasi. Secara prinsip, tidak ada perbedaan dengan saluran transmisi jenis lainnya. Perbedaannya terletak pada batas tegangan operasinya. Transmisi 150 kV berarti bekerja pada tegangan 150 kV, sedangkan transmisi 500 kV bekerja pada tegangan 500 kV. Semakin tinggi tegangan saluran transmisi maka kemampuannya menyalurkan daya listrik juga semakin besar.

Hal ini dapat diibaratkan dengan jalan tol. Semakin lebar jalan tersebut maka semakin banyak kendaraan yang dapat melaluinya. SUTET 500 kV dapat menyalurkan daya listrik kurang lebih 11 kali lipat. Oleh karena itu, SUTET menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di berbagai ngara di dunia sehingga tidaklah mengherankan jika hampir semua negara memiliki SUTET.


Nah itu sedikit dari saya mengenai Jaringan Transmisi, tentunya jangan berharap listrik dikawasan kita akan stabil apabila pembangunan transmisi sering terhambat. Maka marilah kita sama-sama mendukung pembangunan jaringan transmisi untuk kepentingan kita bersama untuk listrik yang lebih baik. Dari Kita untuk Kita.

Follow by Email

Cari Blog Ini

Memuat...