Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Jumat, 30 Oktober 2009

Berlomba dengan waktu

Ketika kita berkata waktu, apa yang pertama terlintas pada pikiran anda?
Apakah uang, apakah pekerjaan, atau kah jadwal yang padat, apakah kenangan, atau banyak hal lainnya yang akan tersibat pada benak pikiran anda.
Pada prinsipnya waktu adalah suatu hal yang berjalan statis dan terus bergerak maju. Waktu sangatlah egois dan takkan pernah sekalipun menoleh kebelakang untuk menunggu kita. Maka kita lah yang menentukan apakah kita akan berjalan berbarengan waktu, ataukah kita akan mengejar waktu, ataukah kita akan mengacuhkannya dan membirkan ia meninggalkan kita. Yang jelas kesempatan akan berakhir begitu waktu telah mencapai garis finish. Artinya kita berpacu dengan waktu untuk meraih suatu Destination.

Ketika seorang Bisnisman berkata "Waktu adalah uang", yah itu pernyataan yang keluar dari seorang yang mengejar uang. Namun lebih mendalam lagi "Waktu adalah kebahagiaan, kebersamaan, kenyamanan, kesehatan, pergaulan, pengetahuan dan wawasan. Bagaimana cara mengoptimalkan semua hal tersebut dalam pemanfaatan waktu itulah masalah yang sering kita jumpai.


Sekarang coba kita lihat hal apa saja yang sering membuat kita kalah dengan waktu:

1. Menunda
2. Boros dalam berpikir
3. Tidak tahu arah tujuan
4. Kurang Informasi dan wawasan
5. Sebab Lain

Mari kita bahas satu persatu,
1. Menunda
Beberapa hal yang sering membuat orang menunda :
a. Menunda suatu pekerjaan untuk pekerjaan yang lain yang dianggap lebih penting
b. Menunda suatu pekerjaan karena merasa punya banyak waktu
c. Menunda karena malas

Kasus (a) adalah kasus yang sering tanpa disadari orang dan sering diulangi. Ketika ia menunda suatu pekerjaan untuk suatu pekerjaan lain yang dianggapnya lebih penting. Ingatlah bahwa persoalan tidak akan selesai bila tiddak diselesaikan. Banyak orang ketika sedang mengerjakan suatu pekerjaan, dan datang pekerjaan baru yang dinilainya lebih penting maka ditinggalkannya pekerjaannya dan mengerkjakan pekerjaan baru tersebut dengan anggapan pekerjaan baru ini lebih penting. Hal ini justru membuat daftar pekerjaan kita tampak tak rapih. Coba kita lihat kasus yang umum terjadi, ketika masalah pertama sudah mendekati deadline, maka dengan terpaksa pekerjaan kedua tadi harus ditinggal dulu untuk mengejar deadline pekerjaan pertama, dan muncul lagi pekerjaan ketiga, begitu terulang lagi kasus seperti tadi, dan ini akan terus berlanjut, dan bila kita cermati yang seperti ini justru akan membuat pekerjaan tampak berantakan dan justru menghabiskan banyak waktu.

Lain hal dengan kasus (b), kasus ini sering terjadi pada orang yang belum terbiasa dengan time schedul. Ingatlah bahwa masalah terkadang datang tanpa kita harapkan, kita tak pernah tahu pasti bagaimana keadaan dan kondisi saat nanti. Dan perlu diingat juga, setiap kita melangkah maju tentunya kondisi yang kita hadapi akan berbeda, dan masalah baru akan bermunculan. Jangan pernah berharap untuk maju jika anda tidak menginginkan masalah, dan bersiaplah untuk terinjak orang - orang yang melangkah maju. Coba pikir, ketika masalah baru muncul sedang masalah lama masih menggantungi kita, apakah anda yakin bisa mengatasi keduannya dengan waktu yang tersisa, dan tentunya masalah itu akan menjadi beban yang akan memberatkan kita untuk melangkah.

Kasus (c) ini masalah yang cukup berat, Malas biasanya timbul karena merasa tidak sanggup atau takut untuk menghadapi masalah. Kalau masalah itu terasa berat, cobalah bagi pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan kecil yang menurut kita bisa untuk kita hadapi. Kita boleh saja mengharapkan suatu yang besar, tapi sangatlah baik apabila sesuatu yang besar itu kita bagi dalam beberapa target goal sehingga akan terasa lebih ringan (pernyataan ini saya cuplik dari perkataan Mario Teguh). Namun apabila malas ini memang sudah mendarah daging, ini sangatlah sulit, karena orang yang malas ibarat sebuah motor yang rusak dan tanpa bahan bakar yang meskipun didorong tetap tidak akan tancap gas, dan pasti akan ketinggalan. Mereka yang seperti ini hanya mampu berjalan baik pada jalan turunan tapi tak akan mampu untuk menghadapi jalan tanjakan.


2. Boros Dalam Berpikir
Mereka adalah orang - orang yang hobbynya berpikir namun tidak berani untuk merealisasikannya. Itu sama saja berpikir yang sia - sia. Coba kita pikirkan apa yang bisa kita wujudkan saja dan apa yang bisa kita ambil manfaatnya. Jika tidak mau mewujudkannya untuk apa harus dipikirkan??? Ketika kita berpikir dunia terus maju, apakah kita ingin tertinggal karena pikiran yang tak berguna??
Kasus seperti ini juga sering terjadi pada orang yang terlalu banyak pertimbangan. Hal yang parah biasanya dilakukan seorang pesimis. Seorang pesimis terlalu memikirkan hal buruk atau kegagalan secara berlebihan, bahkan ketika pemikiran mantap sudah didapat, ia masih saja mencari kemungkinan gagal dan hanya berpikir tentang gagal sehingga banyak waktu yang terbuang untuk berpikir tentang ketakutan berlebihnya tersebut. Apakah sampai mati anda akan berpikir tanpa hasil apa pun??Cobalah berpikir efektif yang efisien.

3. Tidak tahu arah tujuan
Kasus seperti ini masih banyak kita jumpai, seseorang yang tidak punya tujuan. Bahkan mungkin kita pun pernah mengalami hal semacam ini, coba pikirkan bagaimana ketika kita dalam kondisi ini, tanpa tujuan kita akan bingung untuk melangkah kemana atau mungkin hanya mengikuti orang lain atau berjalan sesuka hati. Dalam kondisi ini akan banyak waktu yang kita sia - siakan. Sesungguhnya kita mempunyai tujuan - tujuan dalam hidup, hanya seringkali orang kebingungan pada tujuannya. Ketika kita belajar, ketika kita bekerja, ketika kita berjalan, sebaiknya kita tahu apa tujuan kita sehingga kita tahu batasan yang akan kita lalui, sehingga kita dapat memperkecil waktu yang terlewatkan sia - sia.

4. Kurang wawasan dan pengetahuan
Dalam kita melangkah, wawasan dan pengetahuan ini sangat berpengaruh besar. Ibaratnya ini adalah sebuah kendaraan yang kita pakai dalam berjalan. Pengetahuan yang baik tentunya akan seperti Formula 1 yang siap tancap gas dan membantu kita melesat cepat, atau seperti pesawat yang bisa menyebrangi pulau, namun pengetahuan yang buruk akan seperti kendaraan yang buruk pula, atau bahkan seseorang tanpa pengetahuan ibarat orang yang tidak punya kendaraan, tentunya ia akan mudah tersusul oleh orang - orang dengan pengetahuan tinggi.
Pengetahuan akan memandu kita kepada langkah yang kita buat, dan merupakan fasilitas penting untuk melewati segala rintangan. So, Pengetahuan ini penting banget lho.

5. Sebab - sebab lain
- Kesehatan yang buruk
- Digelantungi benalu
- Kebanyakan tidur
- Hobby menyesali masa lalu
Sebab - sebab diatas lebih terkait dengan kepribadian dan kebiasaan buruk, so jika kita sudah tahu demikian itu buruk cobalah untuk mengubah pola pikir dan pola hidup kita. Biasakan pola hidup sehat, sehat tidak berarti harus banyak tidur kan. Tidur 4 - 6 jam sehari itu cukup kok. Perhatikan apa yang tidak penting untuk kita, masa lalu?? sebaiknya jangan dipikirkan secara berlebihan. Ambil saja sisi positifnya, dan sisi buruknya kita jadikan pelajaran buat kita, so jadi manfaat juga kan buat kita.

Solusi :
1. Sebelum kita berjalan cobalah untuk menentukan tujuan dan targetan terlebih dahulu
2. Belajarlah untuk membuat Time Schedule
- Buatlah list pekerjaan yang akan kita lakukan dengan mengurutkanya berasarkan prioritas
- Buatlah waktu rencana kegiatan (Terkait durasi pekerjaan dan deadline)
- Susun jadwal tersebut berdasarkan prioritas pekerjaan dan waktu rencana
- Jangan lupa untuk menyiapkan waktu cadangan (waktu kosong selama 1 -2 jam, untuk berjaga - jaga jika ada pekerjaan atau kondisi tak terduga)
- Jangan lupa juga waktu istirahat, bergaul, fun, n belajar (ini juga penting lho)

Jika semua kegiatan kita terjadwal, so kita akan lebih mudah dalam mengoptimalisasikan waktu yang kita gunakan, dan kalau sewaktu - waktu ada hal tak terduga kita bakal mudah mengakalinya dengan menyusun ulang jadwal kita, so kemungkinan kita bakal kelabakan bisa kita perkecil karena kita sudah punya planning yang matang

2. Luaskan pengetahuan dan pergaulan akan menuntun langkah anda ke depan
3. Seleksi dan singkirkan apa yang anda rasa tidak perlu
4. Kurangi waktu tidur yang tidak perlu
5. Mulailah untuk belajar berpikir lebih kedepan ketimbang berpikir ke belakang, kita tak bisa menentukan masa depan dari masa lalu, coz masa depan ditentukan dari apa yang anda buat hari ini.
6. Good Luck..

Sekian tulisan dari saya. Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman dan apa yang saya pelajari. Jika ada kesalahan dalam tulisan saya ini saya akan sangat berterima kasih atas kritikannya.


Artikel Terkait:

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Cari Blog Ini

Memuat...