Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Kamis, 01 Desember 2011

ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (1)

PERALATAN PEMBERSIH LAPANGAN

1. BULLDOZER

A. Umum

Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utama. Disebut bulldozer karena traktor dilengkapi dengan dozer attachment, dalam hal ini adalah blade. Bulldozer sebenarnya adalah nama jenis dari dozer yang mempunyai kemampuan untuk mendorong ke muka.

Menurut track shoe-nya bulldozer dibedakan sebagai berikut :

1. Crawler tractor dozer (dengan roda kelabang)
2. Wheel tractor dozer (dengan roda ban)
3. Swamp bulldozer (untuk daerah rawa-rawa).
Crawler Mounted Bulldozer

Berdasarkan penggerak bladenya, dibedakan atas :

1. Cable controlled (kendali kabel), pada saat ini sudah tidaqk diproduksi lagi.
2. Hydraulic controlled (kendali hidrolis).

A. Fungsi dan Kerja Bulldozer

Pada proyek-proyek konstruksi, terutama proyek yang ada hubungannya dengan pemindahan tanah tertentu, bulldozer digunakan pada pelaksanaan pekerjaan seperti tersebut di bawah ini :
  1. Pembersihan medan dari kayu-kayuan, tonggak-tonggak pohon, dan batu-batuan.
  2. Pembukaan jalan kerja di pegunungan maupun di daerah berbatu-batu.
  3. Memindahkan tanah yang jauhnya hingga 300 ft atau ± 90 m.
  4. Menarik scraper.
  5. Menghampar tanah isian/urugan (fills).
  6. Menimbun kembali trencher.
  7. Pembersihan sites/medan.
  8. Pemeliharaan jalan kerja.
  9. Menyiapkan material-material dari soil borrow pit dan quarry pit/ tempat pengambilan material.

B. Macam Blade

Seperti dijelaskan di atas bahwa bulldozer mempunyai blade yang tegak lurus pada arah gerak maju, sedang untuk angle dozer. Blade selain tegak lurus juga dapat menyerong. Bulldozer mendorong tanah ke depan, sedangkan angle dozer ke depan dan ke samping. Beberapa konstruksi bulldozer mempunyai blade yang memungkinkan berfungsi sebagai bulldozer, juga sebagai angle dozer, dengan cara menyetel blade sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan.

Pada umumnya blade yang dipakai pada bulldozer dan/atau angle dozer ada beberapa jenis, yaitu :

1. Universal Blade (U - Blade)
Sayap yang terdapat di sisi blade adalah untuk menahan material agar tidak keluar dari jalur dorongan. Hal ini memungkinkan bulldozer membawa/mendorong muatan lebih banyak, karena kehilangan muatan yang relatif kecil dalam jarak yang cukup jauh. Kebanyakan bulldozer dengan blade jenisini digunakan pada pekerjaan-pekerjaan :
a. Land reclamation/reklamasi tanah
b. Stock pile work/pekerjaan-pekerjaan penyediaan material.
c. Dan lain-lain

2. Straight Blade (S - Blade)
Blade jenis ini adalah yang paling cocok untuk segala jenis lapangan, blade ini juga merupakan modifikasi dari U-Blade, maneuver lebih mudah dan dengan blade ini pula bulldozer dapat menghandel material dengan mudah.

3. Angle Blade (A – Blade)
Angle blade ini dibuat untuk posisi lurus dan menyerong. Blade ini juga dibuat untuk :
a. Pembuangan ke samping (side casting).
b. Pembukaan jalan (pioneering roads).
c. Menggali saluran (cutting ditches).
d. Dan lain-lain pekerjaan yang sesuai.

4. Cushion Blade (C – Blade)
Blade jenis ini dilengkapi oleh rubber cushion (bantalan karet) untuk meredam tumbukan. Selain untuk push-loading, blade ini juga dipakai untuk pemeliharaan jalan dan pekerjaan dozing yang lain mengingat lebar C-Blade ini memungkinkan untuk meningkatkan maneuver.
 
5. Bowldozer
Blade demikian dibuat untuk medorong/mmbawa material, agar jumlah kehilangan tanah selama penggusuran sesedikit mungkin, hal ini terjadi akibat adanya dinding-dinding besi yang ada disamping blade.

6. Universal Blade (U – Blade) For Light Material
Blade ini didesain untuk pekerjaan yang non-kohesif material (material terlepas) yang ringan seperti :
a. Stock pile dari tanah gembur.
b. Reklamasi/pegunungan dengan tanah gembur.

C. Perbandingan Crawler Mounted dan Wheel Mounted

Tiap tipe dari bulldozer mempunyai kelebihan tersendiri, tergantug dari kondisi lapangan. Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu kedua-duanya dapat digunakan dengan baik.

Kelebihan Crawler Mounted Bulldozer :
  1. Daya dorong lebih besar, terutama pada lapangan-lapangan yang lunak, seperti pada tanah lumpur dan tanah gembur.
  2. Dapat beroperasi pada tanah yang berlumpur.
  3. Dapat beroperasi pada tanah yang berbatu, dimana mungkin ban akan rusak berat.
  4. Dapat beroperasi pada tanah yang kasar, hal ini bisa mengurangi biaya pemeliharaan jalan.
  5. Daya apung lebih besar, karena ground contact lebih besar sehingga tekanan roda persatuan luas kecil.
  6. Penggunaannya lebih flexibel dan lebih luas (untuk berbagai jenis lapangan).

Kelebihan Wheel Mounted Bulldozer :
  1. Kecepatan gerak yang lebih besar untuk bergerak dari lokasi pekerjaan satu ke lokasi pekerjaan yang lain.
  2. Tidak memerlukan alat angkut untuk membawa alat ke lokasi pekerjaaan.
  3. Output lebih besar, terutama jika dalam pelaksanaan diperlukan jalan yang cepat.
  4. Kelelahan operator kecil.
  5. Tidak merusak permukaan jalan, jika berjalan di atas jalan raya.

2. RIPPER

A. Umum

Jika dalam pekerjaan pembersihan lapangan dijumpai tanah yang keras (missal : lempung keras), sering kali pekrjaan dengan memakai blade bulldozer kurang berhasil, dengan demikian efektivitas produksi akan berkurang, disamping hal itu juga blade akan cepat rusak.

Jika volume pekerjaan tanah keras ini cukup banyak, maka pekerjaan yang paling efektif adalah dengan cara menggemburkan dulu tanah tersebut, alat yang digunakan pada pekerjaan ini disebut Ripper (bajak).

Alat ini pada dasarnya sebuah bajak yang gigi-giginya terbuat dari baja yang keras, sehingga kepadanya dapat diberikan tekanan yang cukup besar untuk lebih memaksanya masuk ke dalam tanah.
Multi Shank Ripper


A. Jenis-Jenis Ripper

Jenis-jenis ripper dibedakan menurut keadaannya sebagai berikut :

1. Ripper yang berupa alat tersendiri.
2. Ripper yang ditarik oleh tractor :
  • Dengan kendali kabel.
  • Dengan kendali hidrolis.
3. Ripper yang berupa attachment yang dipasang pada tractor sebagai tenaga penggeraknya :

a. Adjustable parallelogram (giginya sejajar dan bisa diatur/dilepas).
  • Single shank (gigi tunggal).
  • Multi shank (gigi banyak).
b. Parallelogram (giginya sejajar kaku)
  • Single shank (gigi tunggal).
  • Multi shank (gigi banyak)
c. Hinge (berupa piringan) dengan ukuran tertentu.

B. Fungsi Ripper

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, fungsi ripper adalah untuk menggemburkan tanah-tanah yang keras. Tetapi tidak semua tanah keras bisa dikerjakan oleh ripper, kadang-kadang harus dilakukan peledakan.


Artikel Terkait:

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Cari Blog Ini

Memuat...