Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Rabu, 07 Desember 2011

PEMILIHAN RUTE/PEMBEBANAN JARINGAN LALU LINTAS (ROUTE CHOICE/TRAFFIC ASSIGNMENT)

  • Pemilhan rute adalah merupakan tahapan dari bangkitan perjalanan, dari suatu zona asal ke zona tujuan.
  • sebaran perjalanan dari dan keberbagai zona
  • pilihan moda,yang digunakan menuju zona tujuan
  • pilihan rute adalah arus perjalanan yang melalui rute-rute tertentu yang menghubungkan zona asal ke zona tujuan yaitu dari perjalanan zona asal i ke zona tujuan j
Sebelum dilakukan analisis pemilihan rute input data yang harus tersedia antara lain
  1. data jarak, kapasitas jalan, waktu tempuh, biaya perjalanan tiap ruas jalan yang menghubungkan zona asal i ke zona tujuan j
  2. sebaran perjalan antar zona ( matriks asal & tujuan dalam bentuk perjalanan /smp)

Tujuan
  • Tujuan dan penggunaan pembebanan lalu lintas, untuk mendapatkan gambaran karakteristik system transportasi akibat adanya pergerakan kenderaan
  • Untuk mengestimasi volume lalu lintas pada ruas didalam jaringan/persimpangan
  • Menentukan rute yang diunakan antara pasangan O-D
  • Untuk memperoleh biaya estimasi perjalanan

Kegunaan untuk mempermudah :
  • Pengujian kekurangan pada sistem transportasi yan ada
  • Evaluasi dampak perbaikan pada sistem yang ada
  • Penentuan skala prioritas pembangunan
  • Pengujian alternatif usulan sistem transportasi

Sebelum dilakukan analisis pemilihan rute input data yang harus tersedia antara lain adalah sbb.
  • Data jarak, kapasitas jalan, waktu tempuh, biaya perjalanan tiap ruas jalan yang menghubungkan zona asal i ke zona tujuan j
  • Sebaran perjalan antar zona ( matriks asal & tujuan dalam bentuk perjalanan /smp)
  • Variabel yang mempengaruhi pelaku perjalanan
  • Variabel yang terukur (kuantitatif), waktu tempuh, jarak tempuh, biaya perjalanan (ongkos/bahan bakar)
  • Varibel tak terukur (kualitatif), pemandangan alam, aman dan nyaman , kebiasaan, informasi rute yang salah,

Dalam analisis variabel pilihan rute terdapat 4 bagian analisis yang harus dilakukan yaitu:

  • Analisis alasan pelaku perjalanan memilih suatu rute dibanding rute lainnya.
  • Analisis pengembangan model, pemakai jalan memilih rute tertentu
  • Kemungkinan pemakai jalan berbeda persepsi mengenai rute terbaik
  • Analisi kemacetan (V/C ratio analysis), yang membatasi jumlah arus lalu lintas diruas jalan tertentu.

Tujuan dan penggunaan pembebanan lalu lintas,
  • Untuk mendapatkan gambaran karakteristik sistem transportasi akibat adanya pergerakan kendaraan
  • Untuk mengestimasi volume lalu lintas pada ruas didalam jaringan/persimpangan
  • Menentukan rute yang diunakan antara pasangan O-D
  • Untuk memperoleh biaya estimasi perjalanan

Struktur Jaringan Model jaringan jalan umumnya memiliki dua sub kumpulan simpul

Centroid, yang mempersentasikan suatu titik didalam suatu zona sebagai titik awal dan titik akhir perjalanan, biasanya hanya terdapat satu buah dalam satu zona.

Persimpangan,/Simpul (Node) biasanya adalah perpotongan dua penggal jalan atau pada titik perubahan fisik dari jalan (mis.penambahan/pengurangan jumlah lajur.

JARINGAN JALAN

Jalan
Jalan adalah jalan yg sesuai dg nama jalan yg kita kenal
Dapat atau paling tidak punya potensi dilalui lalu lintas
Lebar antara bangunan-bangunan permanen > 3 m
Melayani kepentingan umum

Simpul
Simpul merupakan Suatu titik dari suatu jaringan jalan yang timbul akibat adanya persimpangan, perubahan nama jalan, perubahan geometrik (undivided  devided), Batas Wilayah Adm. Kota

Ruas
Ruas Merupakan Suatu garis tak terputus pada jalan yang menghubungkan dua simpul yang berdekatan

Ruas Mikro
Ruas Mikro merupakan jalur (carriegway) pada suatu ruas jalan

ILUSTRASI JARINGAN JALAN KOTA

Zona

Zona, adalah wilayah/ sektor daerah studi, ukuran zona dipengaruhi oleh tahap pengumpulan data dan persyaratan yang diminta pada tahap pembebanan lalu lintas. Zona harus cukup memadai untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan dapat memberikan prakiraan bangkitan perjalanan yang handal dan harus sehomogen mungkin ditinjau dari sis tata guna lahan


Artikel Terkait:

0 comments:

Poskan Komentar

Follow by Email

Cari Blog Ini