_____________________________

Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Rabu, 30 November 2011

Lowongan PT. TEKNIKO INDONESIA Desember 2011

PT. TEKNIKO INDONESIA (Construction & Stell Fabrication)
membutuhkan beberapa tenaga Teknik dan Non Teknik untuk ditempatkan pada Proyek 'Posco Power' di Cilegon, dengan kreteria :

1. Civil Engineer (min S1)
2. Drafter Engineer (min STM)
3. Quality Control (min S1)
4. Adm/Accounting (min D3)
5. Surveyor (min STM)
6. Material Control (min S1)
7. Mechanical Engineering (min S1)
8. Purchasing (min D3)
9. HRD (min S1)

Persyaratan Laki-laki dengan umur Max 25 Tahun
Jika berminat kirim CV dan Lamaran ke alamat email zulfawzi29@gmail.com

Analisa Runtuhnya Jembatan Mahakam II, Tenggarong-Kaltim

Analisa Runtuhnya Jembatan Mahakam II, Tenggarong-Kaltim

Jembatan Kutai Kartanegara sebelum runtuh pada 26-11-2011
Kaltim Post, Setelah Dinyatakan Bergeser 15 Centimeter (bagian puncak 2 tiang utama jembatan bergeser).
Tenggarong – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pemeliharaan Jembatan Kartanegara. PU mengakui jembatan bergeser sekitar 15 sentimeter. Tapi pergeseran itu diyakini masih dalam batas toleransi dan tidak berdampak buruk. Tindakan pemeliharaan meliputi pengencangan baut-baut yang longgar, sementara yang rusak diganti. Dilanjutkan pengencangan dan penyetelan kembali hanger (penggantungan kabel) jembatan,
Jembatan Kutai Kartanegara adalah jembatan yang melintas di atas sungai Mahakam dan merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bentang bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga, mencapai 270 meter, dari total panjang jembatan yang mencapai 710 meter.
Jembatan ini merupakan sarana penghubung antara kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda.
Jembatan Kartanegara merupakan jembatan kedua yang dibangun melintasi Sungai Mahakam setelah Jembatan Mahakam di Samarinda dan dikenal sebagaiGolden Gate-nya Kalimantan karena menyerupai jembatan di San Fransisco, Amerika Serikat. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan selesai pada 2001 dengan kontraktor PT Hutama Karya yang menangani proyek pembangunan jembatan tersebut.
Jembatan ini digunakan untuk bentangan yang cukup panjang yang tidak memungkinkan menggunakan konsep Cable-Stayed
Jembatan ini juga merupakan akses menuju Samarinda ataupun sebaliknya yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit. Melewati Jembatan Kutai Kartanegara ada pemandangan menarik yang dapat disaksikan, yaitu hamparan sebuah pulau kecil yang memisahkan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, yaitu Pulau Kumala, sebuah pulau yang telah disulap menjadi Kawasan Wisata Rekreasi yang banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Di kawasan Jembatan Kutai Kartanegara juga terdapat Jam Bentong yang merupakan sebuah tugu yang terdapat taman-taman yang terlihat asri dan indah jika dilihat dari atas jembatan. Di dekat jembatan dibangun sarana olahraga panjat dinding sebanyak 2 buah. Kawasan ini setiap sorenya selalu dipenuhi oleh pengunjung yang dapat menikmati keindahan Jembatan Kutai Kartanegara serta memandang Pulau Kumala dari kejauhan.
Pada tanggal 26 November 2011 Jembatan Kutai Kartanegara ambruk. Puluhan kendaraan yang berada di atas jalan jembatan tercebur ke Sungai Mahakam. 4 orang tewas dan puluhan luka-luka akibat peristiwa ini.
Jembatan Kutai Kartanegara sebelum runtuh pada 26-11-2011
Foto runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Tenggarong
Konstruksi dan Detail Teknis Jembatan
Jenis konstruksi jembatan Mahakam II adalah Jembatan Gantung Sistem Kabel Tunggal (Single Catenary Cable) dengan rangka pengaku berupa modifikasi rangka baja Standar Bina Marga.
Semua lantai jembatan adalah beton bertulang K-350/U-40 dengan wearing course berupa aspal HRS setebal 40mm.
Masing-masing tiang pada tiap kelompok pondasi disatukan oleh pile cap dari beton bertulang K-350/U-40.
Pada pembangunan jembatan Mahakam II, dimana konstruksi utama jembatan berupa jembatan gantung 3 bentang semetris dimana bentang utama 270 meter.
Presentasi Teknik Konstruksi Dalam Optimalisasi Pembangunan Jembatan Mahakam II
6 Inovasi Teknik Jembatan Mahkam II Kukar, Kaltim
  1. Disajikan pada konferensi regional teknik jalan ke-6 di Denpasar 18-19 Juli 2002
  2. Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi, Bapekin, Dep. Kimpraswil
  3. Kepala Proyek Pembangunan Jembatan, PT Hutama Karya
Sumber: Wikipedia, Kaltim Post, Jembatan Bentang Panjang

Desain Geometric Jalan Raya (Rakayasa Jalan Raya)

Disadari bersama, bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 38
Tahun 2004 tentang Jalan
Perencanaan geometrik jalan adalah berkaitan dengan perencanaan dimensi-dimensi jalan agar tetap terlihat. Tujuan utama dari perencanaan geometrik jalan adalah untuk menjamin keamanan, efisiensi dan efektivitas pergerakan
lalu lintas. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan adalah sifat gerakan, dimensi kendaraan, sifat pengemudi, dan
karakteristik arus lalu lintas.

BAGIAN-BAGIAN JALAN

Bagian yang bermanfaat untuk lalu lintas, terdiri dari: jalur lalu lintas, lajur lalu lintas, bahu jalan, trotoar, median
Bagian yang bermanfaat untuk drainase jalan, terdiri dari: ditch, kemiringan melintang jalan maupun bahu, kemiringan lereng
  • Bagian pelengkap, terdiri dari: kerb, guard rail atau parapet
  • Bagian konstruksi jalan, terdiri dari: lapisan surface, lapisan pondasi atas maupun bawah, lapisan tanah dasar
  • Ruang manfaat jalan (Rumaja)
  • Ruang milik jalan (Rumija)
  • Ruang pengawasan jalan (Ruwasja)
jalur lalu lintas (travelled/carriage way) adalah keseluruhan bagian perkerasan jalan yang diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan.
Lajur lalu lintas adalah bagian dari jalur lalu lintas yang khusus diperuntukkan untuk dilewati oleh satu rangkaian kendaraan beroda empat atau lebih dalam satu arah.
Bahu jalan adalahjalur yang terletak pada berdampingan jalur lalu lintas dengan ataupun tanpa diperkeras
Trotoar (side walk) adalah jalur yang terletak bersisian dengan jalur lalu lintas yang khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki (pedestrian)

jalur lalu lintas (travelled/carriage way) adalah keseluruhan bagian perkerasan jalan yang diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan. Sedangkan Lajur lalu lintas adalah bagian dari jalur lalu lintas yang khusus diperuntukkan untuk dilewati oleh satu rangkaian kendaraan beroda empat atau lebih dalam satu arah.

PARAMETER DESAIN

  • Kendaraan rencana
  • Kecepatan
  • Volume lalu lintas
  • Tingkat pelayanan
  • Jarak pandang
ALINEMEN HORISONTAL

Alinemen horisontal (trase jalan) adalah proyeksi sumbu jalan pada bidang horisontal. Alinemen horisontal tersusun atas garis lurus dan garis lengkung (busur) atau lebih dikenal dengan istilah tikungan. Busur terdiri atas busur lingkaran saja (full-circle), busur peralihan saja (spiral-spiral), atau gabungan busur lingkaran dan busur peralihan (spiral-circlespiral).

Ada Gaya Apa Saja yang terjadi di tikungan ?

F = m a
F = (G.V^2)/(g.R)
Dimana :
F = gaya sentrifugal
m = massa kendaraan
a = percepatan sentrifugal
G = berat kendaraan
g = gaya gravitasi
V = kecepatan kendaraan
R = jari-jari tikungan

Gaya yang mengimbangi gaya sentrifugal adalah berasal dari :
• Gaya gesekan melintang roda (ban) kendaraan yang sangat
dipengaruhi oleh koefisien gesek (= f)
• Superelevasi atau kemiringan melintang permukaan jalan (= e)

Ketajaman lengkung horisontal (tikungan) dinyatakan dengan besarnya radius lengkung (R) atau dengan besarnya derajat lengkung (D). Derajat lengkung (D) adalah besarnya sudut lengkung yang menghasilkan panjang busur 25 meter.

D = (25/π.R) . 360
D = 1432.39 / R

Radius lengkung (R) sangat dipengaruhi oleh besarnya superelevasi (e) dan koefisien gesek (f) serta kecepatan
rencana (V) yang ditentukan. Untuk nilai superelevasi dan koefisien gesek melintang maksimum pada suatu kecepatan yang telah ditentukan akan meghasilkan lengkung tertajam dengan radius minimum (Rmin).
Pada jalan lurus dimana radius lengkung tidak berhingga perlu direncanakan super elevasi (en) sebesar 2 – 4 persen
untuk keperluan drainase permukaan jalan.

Secara teori pada tikungan akan terjadi perubahan dari radius lengkung tidak berhingga (R~) pada bagian lurus menjadi radius lengkung tertentu (Rc)pada bagian lengkung dan sebaliknya. Untuk mengimbangi perubahan gaya sentrifugal secara bertahap diperlukan lengkung yang merupakan peralihan dari R~ menuju Rc dan kembali R~
Lengkung peralihan ini sangat dipengaruhi oleh sifat pengemudi, kecepatan kendaraan, radius lengkung dan superelevasi jalan. Pencapaian superelevasi dari en menjadi emaks dan kembali menjadi en dilakukan pada awal sampai akhir lengkung secara bertahap. Panjang lengkung peralihan (Ls) diperhitungkan dari superelevasi sebesar en sampai superelevasi mencapai emaks.

 
Panjang lengkung peralihan (Ls) yang digunakan dalam perencanaan adalah yang terpanjang dari pemenuhan persyaratan untuk:
• Kelandaian relatif maksimum
Modifikasi rumus SHORT
Berdasarkan panjang perjalanan selama waktu tempuh 3 detik (Bina Marga) atau 2 detik (AASHTO)Ls = (V/3.6) . T

Kelandaian relatif maksimum (1/m) berdasarkan kecepatan rencana


No Kecepatan Rencana (Vr)

20 30 40 50 60 80 100
Bina Marga   1/50   1/75    1/100    1/115    1/125    1/150    1/100


No Kecepatan Rencana (Vr)

32 48 64 80 88 96 104
AASHTO   1/33    1/150    1/175    1/200    1/213    1/222    1/244


Diagram Superelevasi

Merupakan penggambaran pencapaian superelevasi dari lereng normal (en) sampai lereng maksimal (e maks), sehingga dapat ditentukan diagram penampang melintang setiap titik (stationing) pada suatu tikungan yang direncanakan.

Bentuk Tikungan

  • Full Circle,
  • Spiral – Circle – Spiral,
  • Spiral – Spiral,
Full Circle

Karena hanya terdiri dari lengkung sederhana saja, maka perlu adanya lengkung peralihan fiktif (Ls`) untuk mengakomodir perubahan superelevasi secara bertahap. Bina marga menempatkan ¾ Ls` pada bagian lurus dan ¼ Ls` pada bagian lengkung • AASHTO menmpatkan 2/3 Ls` pada bagian lurus dan 1/3 Ls` pada bagian lengkung.

Spiral – Circle – Spiral



Lc untuk lengkung type S – C – S sebaiknya ≥ 20 meter

Spiral – Spiral


Rc yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga Ls yang diperlukan dari Ls berdasarkan landai relatif lebih besar dari
pada Ls berdasarkan modifikasi SHORT serta Ls berdasarkan panjang perjalanan selama 3 detik (Bina Marga) atau selama 2 detik (AASHTO).

Pelebaran Pada Lengkung

b = lebar kendaraan rencana
B = lebar perkerasan yang ditempati satu kendaraan di tikungan pada lajur sebelah dalam
U = B-b
C = lebar kebebasan samping di kiri dan kanan kendaraan
Z = lebar tambahan akibat kesukaran mengemudi di tikungan
Bn = lebar total perkerasan pada bagian lurus
Bt = lebar total perkerasan di tikungan
n = jumlah lajur
Bt = n(Bt + C) + Z
Db= tambahan lebar perkerasan di tikungan = Bt - Bn

Rw = radius lengkung terluar dari lintasan kendaraan pada lengkung horisontal untul lajur sebelah dalam, besarnya dipengaruhi oleh tonjolan
depan (A) kendaraan dan sudut belokan roda depan (a). Ri = radius lengkung terdalam dari lintasan kendaraan pada lengkung horisontal untuk lajur sebelah dalam, besarnya dipengaruhi oleh jarak gandar kendaraan (p).


ALINEMEN VERTIKAL

Alinemen vertikal (kelandaian) adalah perpotongan bidang vertikal dengan bidang permukaan perkerasan jalan sehingga sering dikenal dengan penampang memanjang jalan. Faktor yang menjadi pertimbangan penentuan alinemen vertikal adalah: kondisi tanah dasar, keadaan medan (terrain), fungsi jalan, hwl/lwl, kelandaian yang masih memungkinkan. Kelandaian dibaca dari kiri ke kanan; diberi nilai positif untuk pendakian dari kiri ke kanan dan nilai negatif untuk penurunan dari kiri ke kanan.

Kelandaian

Landai minimum; landai idealnya sebesar 0% (datar), landai 0.15% disarankan untuk jalan menggunakan kerb, landai 0.3 – 0.5% disarankan untuk jalan di daerah galian menggunakan kerb. Landai maksimum; adalah kelandaian tertentu dimana kelandaian akan mengakibatkan berkurangnya kecepatan yang masih lebih besar dari setengah kecepatan rencana.


Vr (Km/jam) 120 110 100 80 60 50 40 <40
Kelandaian Max (%) 3 3 4 5 8 9 10 10

Panjang kritis (meter) sangat diperlukan sebagai batasan kelandaian maksimum agar pengurangan kecepatan tidak lebih dari kecepatan rencana (tabel di bawah)


Vr (Km/jam) Kelandaian (%)



4 5 6 7 8 9 10
80 630 460 360 270 230 230 200
60 320 210 160 120 110 90 80

Pada jalan berlandai dengan LHR yang tinggiperlu dibuat lajur pendakian untuk menampung kendaraan (khususnya kend berat) yang sering mengalami penurunan kecepatan agar tidak mengganggu lalu lintas dengan kecepatan yang lebih tinggi.

TYPE ALINEMEN VERTIKAL

Lengkung vertikal cembung



Lengkung vertikal cekung


TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN

1. Penjelasan Umum

Pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang telah ditunjuk dan diawasi langsung konsultan pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek.

2. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan dilaksanakan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan dalam pekerjaan persiapan tersebut, yaitu :

a. Pekerjaan pematokan dan pengukuran ulang
Pekerjaan pematokan dan pengukuran ulang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana dengan tujuan pengecekan ulang pengukuran. Pemasangan patok pengukuran untuk profil memanjang dipasang pada setiap jarak 25 meter.

b. Survey kelayakan struktural konstruksi perkerasan.
Kelayakan struktural konstruksi perkerasan dilaksanakan dengan pemeriksaan destruktif yaitu suatu cara pemeriksaan dengan menggunakan alat Benkelman.

c. Pengadan direksi keet
Untuk pengadaan direksi keet ini pihak kontraktor pelaksana membuatnya disekitar lokasi proyek. Direksi keet ini berfungsi untuk tempat beristirahat para pekerja dan penyimpanan material serta peralatan pekerjaan.

d. Penyiapan badan jalan
Pekerjaan ini meliputi pembersihan lokasi, penutupan jalan dan lainnya. Sehingga pelaksanaan proyek ini berjalan dengan lancar.

3. Pekerjaan Galian dan Timbunan
      

    Gambar Struktur Pekerjaan Tanah
                

    Pekerjaan Galian
    1. Pekerjaan galian adalah pekerjaan pemotongan tanah dengan tujuan untuk memperoleh bentuk serta elevasi permukaan sesuai dengan gambar yang telah direncanakan. Adapun prosedur pekerjaan dari pekerjaan galian, yaitu :
    2. Lokasi yang akan dipotong (cutting) haruslah terlebih dahulu dilakukan pekerjaan clearing dan grubbing yang bertujuan untuk membersihkan lokasi dari akar-akar pohon dan batu-batuan.
    3. Untuk mengetahui elevasi jalan rencana, surveyor harus melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur (theodolit). Apabila elevasi tanah tidak sesuai maka tanah dipotong kembali dengan menggunakan alat berat (motor grader), sampai elevasi yang diinginkan.
    4. Memadatkan tanah yang telah dipotong dengan menggunakan Vibrator Roller.
    5. Melakukan pengujian kepadatan tanah dengan tes kepadatan (ujiDdensity Sand Cone test) di lapangan.
    Pekerjaan galian dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian :

    a. Galian Biasa Commond Excavation)
    Dalam pekerjaan ini dilakukan penggalian untuk menghilangkan atau membuang material yang tidak dapat dipakai sebagai struktur jalan, yang dilakukan menggunakan excavator untuk memotong bagian ruas jalan sesuai dengan gambar rencana, sedangkan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan dump truck.

    b. Galian Batuan / Padas
    Pekerjaan galian batu (padas) mencakup galian bongkahan batu dengan volume 1 meter kubik atau lebih. Pada pekerjaan galian batu ini biasa dilakukan dengan menggunakan alat bertekanan udara (pemboran) dan peledekan.

    c. Galian Struktur
    Pada pekerjaan galian struktur ini mencakup galian pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam gambar untuk struktur. Pekerjaan galian ini hanya terbatas untuk galian lantai pondasi jembatan.

    Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan

    Perlu diingat sebelum pekerjaan galian maupun timbunan harus didahului dengan pekerjaan clearing dan grubbing, maksudnya adalah agar lokasi yang akan dilakerjakan tidak mengandung bahan organik dan benda-benda yang mengganggu proses pemadatan. Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis dengan ketebalan tertentu dan dilakukan proses pemadatan.

    Proses penimbunan dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

    1. Timbunan Biasa
    Pada timbunan biasa ini material atau tanah yang biasa digunakan berasal dari hasil galian badan jalan yang telah memenuhi syarat.

    2. Timbunan Pilihan
    Pada pekerjaan timbunan ini tanah yang digunakan berasal dari luar yang biasa disebut borrowpitt. Tanah ini digunakan apabila nilai CBR tanah dari timbunan kurang dari 6%.

    Proses pemadata tanah dimaksudkan untuk memadatkan tanah dasar sebelum melakukan proses penghamparan material untuk memenuhi kepadatan 95%, dengan menggunakan alat berat seperti Vibrator Roller, Dump Truck, Motor Grader.

    Adapun langkah kerja dari proses pemadatan tanah, yaitu :

    1. Mengangkut material dari quary menuju lokasi dengan menggunakan Dump Truck.
    2. Menumpahkan material pada lokasi tempat dimana akan dilaksanakan pekerjaan penimbunan.
    3. Meratakan material menggunakan Motor Grader sampai ketebalan yang direncanakan. Sebagai panduan operator Grader dan vibro maka dipasang patok tiap jarak 25 m yang ditandai sesuai dengan tinggi hamparan.
    4. Memadatkan tanah denga menggunakan Vibrator Roller yang dimulai sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan dalm keadaan memanjang, sedangkan pada tikungan (alinyemen horizontal) harus dimulai pada bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah yang tinggi, pemadatan tersebut dipadatkan dengan 6 pasing (12 x lintasan) hingga didapatkan tebal padat 20 cm hingga didapat elevasi top subgrade yang sesuai dengan rencana.
    Pengujian Kepadatan Tanah
    Pengujian Sand Cone
    Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepadatan dan kadar air dilapangan. Juga bisa sebagai perbandingan pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan dengan perencanaan pekerjaan.


    Gambar Titik Pengambilan Sampel
    Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah
    Lapisan perkerasan yang terletak antara lapis pondasi atas dan tanah dasar dinamakan lapis pondasi bawah yang berfungsi sebagai :
    1. Bagian dari konstruksi perkerasan yang menyebarkan beban roda ke tanah dasar. Dengan nilai CBR 20% dan Plastisitas indeks (PI) ≤ 10%.
    2. Material pondasi bawah relatip murah dibandingkan dengan lapisan perkerasan diatasnya.
    3. Mengurangi tebal lapisan diatasnya yang lebih mahal.
    4. Lapisan perkerasan, agar air tanah tidak berkumpul dipondasi.
    5. Lapisan pertama, agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
    6. Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik kelapis atas. Tebal rencana lapisan pondasi bawah ini adalah 20 cm.
    Lapisan pondasi agregat kelas B yang digunakan dalam proyek ini memiliki komposisi sebagai berikut :
    1. Split 5/7
    2. Split 3/5
    3. Split 2/3
    4. Abu Batu
    Teknik pelaksanaan pekerjaan penghamparan dan pemadatan dari Base B adalah :
    • Pengangkutan material base B ke lokasi proyek dengan menggunakan Dump Truck.
    • Setelah sampai di lokasi, campuran ditumpuk menjadi lima sampai enam tumpukan disepanjang lokasi yang telah siap untuk dihampar base B.
    • Penghamparan material base B dilakukan dengan menggunakan alat motor grader dengan kapasitas 3,6 m. Setelah badan jalan terbentuk, kemudian dipadatkan dengan alat vibrator roller dengan kapasitas 16 ton.
    • Jika disuatu lokasi ada campuran material yang kurang baik ikatannya maka dapat ditambahkan abu batu dengan bantuan tenaga manusia untuk mengikat material tersebut ketika dipadatkan kebali dengan vibrator roller.
    Untuk mengetahui apakah tebal penghamparan base B dan % kemiringan telah sesuai dengan yang direncanakan maka digunakan waterpass agar dapat menemukan elevasinya.

    Peralatan

    Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi atas digunakan alat alat sebagai berikut :
    • Wheel Loader berfungsi untuk mengambil tumpukan agregat dari tempat pengambilan material, selanjutnya dimasukkan kedalam dunp truck.
    • Dump truck berfungsi untuk mengangkut material agregat base B ke lokasi pekerjaan.
    • Motor grader berfungsi untuk memadatkan material base B.
    • Water tank truck berfungsi untuk menyiram agregat base B setelah penghamparan. 

    Bahan dan Material

    Agregat baru pecah kelas B yang sesuai dengan persyaratan (table agregat base B)
     

    Tabel Gardasi Agregat Kelas A dan Kelas B
    Nomor Mm Kelas A Kelas B
    2 in 50 100 100
    11/2 in 37.5 100 88 - 95
    1 in 25 65 - 81 70 - 85
    3/8 in 9.5 42 - 60 30 - 65
    # 4 4.75 27 - 45 25 - 55
    # 10 2 Nop-25 15 - 40
    # 40 0.425 6 – 16 8 – 20
    # 200 0.075 0 - 8 2 – 8

    Tabel Karakteristik Agregat Kelas A dan Kekas B
    Sifat Material Sifat Kelas A Sifat Kelas B
    Nilai Abrasi Agregat Kasar ( AASTHO T 96 - 87 ) 0 - 40% 0 - 40%
    Plasticity Index ( AASTHO T 90 - 87 ) 0 - 6 4 – 10
    Batas Cair ( AASTHO T 89 - 90 ) 0 – 25 -
    CBR ( AASTHO T180 ) 90 min 35 min
    Hasil Kali PI dengan % lolos ayakan no. 200 25 maksimum -


    Pengawasan Pekerjaan

    Pengawasan pekerjaan dilaksanakan olek konsultan pengawas. Hal ini dilakukan untuk menjamin pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sebagai pelaksana proyek, apakah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi.

    Ketentuan ketentuan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi adalah sebagai berikut :
    • Penghamparan lapis pondasi agregat, baik kelas A maupun kelas B tidak boleh mempunyai ketebalan kurang dari dua kali ukuran maksimum bahan.
    • Penghamparan lapis pondasi kelas A maupun kelas B tidak boleh lebih dari 20 cm dalam keadaan loose, hal ini dapat mempengaruhi proses pemadatan sehingga pemadatan yang dilakukan tidak mencapai keadaan optimal.
    • Permukaan lapis pondasi agregat harus rata sehingga air tidak dapat menggenang akibat permukaan yang tidak rata. Deviasi maksimum untuk kerataan permukaan adalah 1 cm.
    • Toleransi terhadap tebal total lapis pondasi agregat adalah 1 cm dari tebal rencana.
    • Lapis pondasi yang terlalu kering atau terlalu basah untuk pemadatan yaitu kurang dari 1% atau lebih dari 3% pada kadar air optimum, diperbaiki dengan cara menggali dan mengganti dengan bahan yang memenuhi syarat kadar air tersebut.


    TIPS PERSIAPAN, MENGHADAPI DAN MENJAWAB PERTANYAAN WAWANCARA KERJA


    SUKSES MENGHADAPI DAN MENJAWAB PERTANYAAN WAWANCARA KERJA

    Artikel ini saya dapat dari beberapa blog atau web seseorang yang saya sendiri lupa, Hhe_ Maklum waktu itu saya copy dan simpan dalam bentuk Ms word tanpa menulis alamat-alamat sumbernya. Dulu saya sering menghadapi wawancara dengan apa adanya, bisa dibilang sok pintar dan meremehkan. Ternyata itu salah besar, alhasil saya sering gagal dalam menghadapi tes wawancara kerja. Meskipun ada yang berhasil tentunya presentasinya cukup kecil. Ternyata persiapan sangatlah penting. Bayangkan setelah anda menghadapi berbagai tes anda harus gugur di wawancara. Ingatlah, kalimat ini sering saya ucapkan, keberuntungan itu adalah saat kesempatan bertemu dengan kesiapan. Maka itu persiapkanlah diri anda secara matang sebelum menghadapi wawancara kerja.  Setelah saya membaca banyak artikel dan mempelajarinya, setelah saya terapkan ternyata luar biasa, saya selalu lolos dalam wawancara kerja, sampai-sampai saya bingung memilih perusahaan mana yang akan saya pilih sebagai tempat saya berkerja, Hha_

    Setelah saya membaca banyak artikel tentang tips-tips wawancara yang banyak disajikan ternyata intinya hampir sama, namun ingat dalam mencari sumber, lihatlah tanggal dan tahun postingannya sebab tes wawancara kerja selalu berubah mengikuti perkembangan jaman, misalkan dulu pewawancara senang pada orang yang rendah diri, namun kebanyakan sekarang pewawancara lebih menyukai orang yang optimis, percaya diri dan penuh keyakinan. Dari semua artikel yang saya baca, berikut Tips-tips menghadapi wawancara yang saya rangkum dari berbagai artikel, 


      Menjawab dengan cerdas, taktis dan optimis
    Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
    1. Ceritakan tentang diri anda
    Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar.
    Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda“, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.
    Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara.
    Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.
    Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.
    Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
    Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga – bunga, berapi-api apalagi munafik.
    Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin -poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
    2. Hati-hati pertanyaan jebakan
    Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.
    Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.
    Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?‘ dan pelamar itu menjawab ‘saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
    Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.
    Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji. Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawabsaya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.
    Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.
    Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan, ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.
    3. Semangat dan bahasa tubuh
    Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan. Dan ingat untuk berjabat tangan sebelum dan sesudah wawancara, ucapkan terima kasih dan jangan duduk sebelum anda dipersilahkan untuk duduk.
    Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…“, “menurut pendapat saya..“, “saya yakin…“, “saya optimis…“. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.
    Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
    Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan – kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
    • Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar.
      Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
    • Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis.,mengkilap, ngejreng).
    • Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rokbawah, kancing baju atasan).
    • Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
    • Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.
    Berapa gaji yang anda minta ?
    Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.
    Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.
    Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.
    Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.
    Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.
    Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.


    Variasi pertanyaan dalam wawancara
    Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.
    Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:

    Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
    • Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
    • Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
    • Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
    • Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
    • Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
    • Siapakah yang membiayai studi anda?
    • Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
    • Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?
    Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
    • Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
    • Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
    • Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
    • Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut.
    • Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
    • Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
    • Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?
    Pertanyaan mengenai sasaran anda :
    • Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
    • Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
    • Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
    • Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
    • Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?
    Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
    • Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
    • Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
    • Apakah yang anda cari dalam bekerja?
    • Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
    • Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?
    Maka untuk sukses menghadapi pertanyaan saat wawancara tidak terlalu sulit, kan? Kuncinya pelajari tentang diri anda, kelemaha dan kekurangan anda, bagaimana anda menutupi mengatasi kelemahan anda dan bagaimana cara anda menonjolkan dan memanfaatkan kelebihan anda, lalu tentang bidang dan profil perusahaan yang akan anda lamar. Jangan berbohong, sedikit berlebih tidak apa-apa, Hhe_

    Sekian Tips dari saya, ops maksud saya Tips dari artikel yang saya baca. Semoga bermanfaat dan menjadi Insipirasi bagi kita. Good Luck For Us.

    Senin, 28 November 2011

    PEMBEBANAN PADA STRUKTUR BANGUNAN

    Pembebanan pada struktur bangunan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam perencanaan sebuah gedung. Kesalahan dalam perencanaan beban atau penerapan beban pada perhitungan akan mengakibatkan kesalahan yang fatal pada hasil desain bangunan tersebut. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk merencanakan pembebanan pada struktur bangunan dengan sangat teliti agar bangunan yang didesain tersebut nantinya akan aman pada saat dibangun dan digunakan.

    Berikut saya akan menjelaskan tentang pembebanan pada struktur bangunan.

    Definisi utama beban adalah : sekelompok gaya yang akan bekerja pada suatu luasan struktur.
    Setiap struktur yang akan direncanakan sebenarnya telah ditentukan oleh kode – kode pembebanan yang telah ditetapkan berupa standar nasional Indonesia (SNI)

    Seberapa penting pembebanan ini ?





    Kode Pembebanan
    • PPUG 1987 (Peraturan Pembebanan Gedung)
    • ASCE 2005 (Gedung Lengkap)
    • SNI 1726 -2002 (Perencanaan Gempa)
    • SNI T02 -2005 (Pembebanan Jembatan)
    • SNI 03 – 2833 -200x (Gempa dinamis jembatan)

    Kode Perencanaan
    • SNI 03 1729 2002 Struktur Baja
    • SNI 03 xxxx 2002 Struktur Beton
    • SNI 03 xxxx 2002 Struktur Kayu
    • SNI T03 – 2005 Jembatan Baja
    • SNI T12 – 2004 Jembatan Beton
    Beban Pada Gedung

    Pembebanan pada Gedung biasanya terdiri dari :
    • Beban Mati
    • Beban Hidup
    • Beban Angin
    • Beban Gempa
    • Beban Additional (Tergantung kondisi dan situasi)
    Beban Mati
    • Beban Mati : Beban yang tetap berada di gedung
    • dan tidak berubah ubah
    • Beban Balok (Profil x γ )
    • Beban Kolom (Profil x γ )
    • Beban Plat (Profil x γ )
    • Beban Dinding ( tinggi x berat /m2)
    • PPUG 
    • => 2.5 KN /m2 untuk susunan ½ bata
    Beban Hidup

    Beban Hidup : adalah beban yang berubah ubah pada struktur dan tidak tetap. Termasuk beban berat manusia dan perabotnya atau beban menurut fungsinya
    • Ruang Kantor
    • Ruang Pertunjukkan
    • Parkir
    Beban Angin

    Beban angin adalah beban yang bekerja horisontal / tegak lurus terhadap tinggi bangunan. Untuk gedung – gedung yang dianggap tinggi angin harus diperhitungkan bebannya karena berpengaruh terhadap story drift/simpangan gedung dan penulangan geser.
    Kode perencanaan yang dianggap paling tepat saat ini untuk Indonesia adalah kode ASCE 7 2005 chapter 6.
    Beban Angin sangat dipengaruhi faktor topografi dan luasan bangunan.

    Beban Gempa

    Beban Gempa adalah beban yang disebakan oleh bergeraknya tanah akibat proses alami.
    Beban Gempa Terdiri dari 2 konsep yaitu desain statis dan desain dinamis
    Untuk bangunan tinggi beban gempa harus diterapkan sedemikian rupa sehingga bangunan harus mampu menahan
    gempa ulang 50 tahun.
    Pada Desain Gempa inilah nilai daktalitas suatu bangunan dapat ditentukan

    Beban additional

    Beban additional adalah beban yang memiliki nilai lebih besar dari nilai beban mati atau beban hidup dan merupakan bagian dari struktur yang harus ditinjau ulang.
    Contoh beban additional adalah :
    • Tandon air di atas bangunan
    • Kuda – Kuda
    • Tangga
    • Lift
    • Arsitektur seperti sunscreen
    Aplikasi Beban Mati dan Hidup

    Aplikasi Beban terdiri dari beberapa konsep.
    • Konsep Konvensional
    => Beban disini akan diperhitungkan terlebih sebagai Trapesium dan Segitiga
    • Konsep Portal Ekuivalen
    => Beban disini akan dibagi menjadi beban merata dan dianggap bekerja sepanjang jalur pembebanan masing - masing
    • Konsep Direct
    => Beban disini akan diterapkan langsung sesuai model

    Penerapan Beban Mati

    Dalam kasus desain, pertama bagian bagian struktur akan diprakirakan pada sub preliminary desain
    Balok (1/10 -1/14) Bentang Kolom diprakirakan berdasarkan rumus tertentu atau minimal equal dengan b balok atau lebih besar dari 250 mm yang disyaratkan Plat diprakirakan tebalnya terhadap fungsi bangunan atau mengacu pada prasyarat Kembali, jika kasusnya adalah desain maka berat sendiri dari balok, kolom , plat akan diperhitungkan dalam simulasi hingga desain equal dengan model Jika analisa (sudah ada) maka berat sendiri dapat diperlakukan sebagai beban yang diperhitungkan atau juga dihitung oleh perangkat lunak Beban dinding harus diterapkan ke seluruh balok atau mengacu pada gambar arsitektur

    Penerapan Beban Hidup

    Beban hidup diterapkan ke seluruh lantai yang ada berdasarkan pada fungsinya.

    Penerapan Beban Angin

    • Beban Angin diterapkan pada sumbu X dan Y atau Utara – Selatan dan timur – Barat
    • Beban adalah beban garis

    Penerapan Beban Gempa
    • Beban Gempa diterapkan ke sumbu X dan Y atau S-N dan E-W
    • Beban berupa beban titik


    Kombinasi

    • U = 1,4 D (4)
    • U = 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (A atau R) (5)
      U = 1,2 D + 1,0 L ± 1,6 W + 0,5 (A atau R) (6)
      U = 0,9 D ± 1,6 W (7)
      U = 1,2 D + 1,0 L ± 1,0 E (8)
      60 dar i 278
      U = 0,9 D ± 1,0 E (9)
      U = 1,4 (D + F) (10)
      U = 1,2(D +T ) + 1,6L + 0,5(A atau R) (11)

    8) Untuk perencanaan daerah pengangkuran pasca tarik harus digunakan faktor beban 1,2
    terhadap gaya penarikan tendon maksimum.
    9) Jika pada bangunan terjadi benturan yang besarnya P, maka pengaruh beban tersebut
    dikalikan dengan faktor 1,2.

    • Digunakan Nilai yang paling besar.
    • YANG MANA ?
    • Perangkat lunak telah menyertakan fasilitas pencarian nilai terbesar

    Follow by Email

    Cari Blog Ini

    Memuat...