Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Jumat, 14 Februari 2014

PROSEDUR KEADAAN DARURAT KEBAKARAN

Nambah materi baru nih, kali ini saya mau berbagi masalah k3 yang kali ini tulisan saya ini bertema pada keselamatan kebakaran, yaitu prosedur keadaan darurat kebakaran. Nah sebelum kita membahas tentang prosedur keadaan darurat kebakaran, baiknya kita bahas dulu pengertiannya. 

Keadaan darurat adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal, terjadi tiba-tiba, Mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas dan Perlu segera ditanggulangi. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan.

Kebakaran sendiri merupakan  keadaan yang tidak diinginkan dimana suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api/penyalaan.

Dari pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kebakaran itu melibatkan 3 unsur yang biasa disebut segitiga Api, Tiga unsur penting dalam kebakaran antara lain:
  1. Bahan bakar dalam jumlah yang cukup
  2. Zat pengoksidasi/oksigen dalam jumlah yang cukup
  3. Sumber nyala yang cukup untuk menyebabkan kebakaran (Panas)


Mengapa kita perlu merencanakan prosedur ini? padahal kemungkinan selalu ada, direncanakan ataupun tidak, bencana tidak bisa dihindari? Mengapa kita merencanakan prosedur kebakaran, bukankah sudah ada prosedur pencegahan kebakaran?

Dengan prosedur penanganan kebakaran, kita bisa memperkecil kerugian, pencegahan kebakaran tidak menghilangkan kebakaran kebakaran, tapi memperkecil kemungkinan terjadinya kebakaran sekecil-kecilnya. Artinya masih ada kemungkinan terjadinya kebakaran. Maka perlu adanya prosedur penanganan darurat kebakaran untuk memperkecil dampak serta kerugia akibat kebakaran apabila kebakaran tersebut terjadi.


Kebakaran terjadi sangat cepat, apabila tidak segera ditanggulangi maka kerugian total akibat kebakaran tidak akan bisa dihindari lagi. Seperti ilustrasi pada gambar berikut.


Berikut bagaimana cara penanggulangan darurat kebakaran,

Fire Alarm
Fire Alarm dipasang untuk mendeteksi kebakaran seawal mungkin, sehingga tindakan pengamanan yang diperlukan dapat segera dilakukan

Alarm kebakaran akan berbunyi bilamana: 
  1. Ada aktivasi manual alarm (manual break glass atau manual call point) 
  2. Ada aktivasi dari detektor panas maupun asap 
  3. Ada aktivasi dari panel/control room
Peringatan Tahap Kedua
(Alarm Gedung)

Merupakan tanda dimulainya tindakan evakuasi, setelah memperoleh konfirmasi akan kondisi kebakaran yang terjadi.

Perberlakuan evakuasi harus melalui sistem pemberitahuan umum 

Prosedur bagi…
SELURUH PENGHUNI / KARYAWAN GEDUNG

Saat Melihat Api,
  • TETAP TENANG JANGAN PANIK ! 
  • Bunyikan alarm dengan menekan tombol manual call point, atau dengan memecahkan manual break glass dan menekan tombol alarm, sambil teriak kebakaran-kebakaran. 
  • Jika tidak terdapat tombol tersebut atau tidak berfungsi, orang tersebut harus berteriak kebakaran kebakaran………..untuk menarik perhatian yang lainnya. 
  • Beritahu Safety Representative melalui telepon darurat atau lewat HP, Pager, dan sampaikan informasi berikut :identitas pelapor, ukuran /besarnya kebakaran, lokasi kejadian, adanya / jumlah orang terluka, jika ada, tindakan yang telah dilakukan 
  • Bila memungkinkan (jangan mengambil resiko) padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang terdekat. 
  • Jika api /kebakaran tidak dapat dikuasai atau dipadamkan lakukan evakuasi segera melalui pintu keluar (EXIT)
SAAT MENDENGAR ALARM TAHAP I

  • Kunci semua lemari dokumen / file. 
  • Berhenti memakai telepon intern & extern. 
  • Matikan semua peralatan yang menggunakan listrik. 
  • Pindahkan keberadaan benda-benda yang mudah terbakar. 
  • Selamatkan dokumen penting. 
  • Bersiaga dan siap menanti instruksi / pengumuman dari Fire Commander maupun Safety Representative.
SAAT MENDENGAR ALARM TAHAP II
  • Berdiri di depan pintu kantor secara teratur, jangan bergerombol dan bersedia untuk menerima instruksi. 
  • Evakuasi akan dipandu oleh petugas evakuasi melalui tangga darurat terdekat menuju tempat berhimpun di luar gedung. 
  • Jangan sekali-sekali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik pribadi yang tertinggal. 
  • Tutup semua pintu kantor yang anda tinggalkan (tapi jangan sekali-sekali mengunci pintu-pintu tersebut) Untuk mencegah meluasnya api dan asap

SAAT EVAKUASI
  • Tetap tenang, Jangan panik ! 
  • Segera menuju tangga darurat yang terdekat 
  • Berjalanlah biasa dengan cepat, JANGAN LARI 
  • Lepaskan sepatu dengan hak tinggi 
  • Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan 
  • Beritahu tamu/pelanggan yang yang kebetulan berada di ruang / lantai tersebut untuk berevakuasi bersama yang lain. 
  • Bila terjebak kepulan asap kebakaran, maka tetap menuju tangga darurat dengan ambil napas pendek-pendek, upayakan merayap atau merangkak untuk menghindari asap, jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda Bila terpaksa harus menerobos kepulan asap maka tahanlah napas anda dan cepat menuju pintu darurat kebakaran.

SAAT PENGUNGSIAN DI LUAR GEDUNG
  • Pusat berkumpulnya para pengungsiditentukan ditempat 
  • Setiap pengungsi diminta agar senantiasa tertib dan teratur 
  • Petugas evakuasi dari setiap kantor agar mencatat karyawan yang menjadi tanggung jawabnya. 
  • Apabila ada karyawan yang terluka, harap segara melapor kepada First Aider atau Petugas Medis untuk mendapatkan pengobatan 
  • Jangan kembali kedalam gedung sebelum tanda aman dimumumkan Safety Representative. 

Prosedur bagi…
Petugas Fire Warden dan Fire Brigade

Ketika mendengar alarm atau diberitahu mengenai kejadian kebakaran, segera :
  • Memastikan di mana lokasi kebakaran. 
  • Bergerak menuju lokasi kebakaran tersebut melalui jalan terdekat dengan membawa APAR. 
  • Melapor kesiagaan untuk tindakan pemadaman kepada Pemimpin Regu (Fire Warden lapor ke Safety Rep.) 
  • Melakukan tindakan pemadaman kebakaran tanpa harus membahayakan keamanan masing-masing personil.

Prosedur bagi…
Fire Commander 

Pada saat menerima informasi adanya kebakaran 
  • Menuju Ruang POSKO Taktis dan memimpin operasi pemadaman 
  • Memastikan prosedur keadaan darurat dipatuhi dan dilaksanakan 
  • Memastikan Regu Pemadam Kebakaran telah dimobilisasi untuk menindaklanjuti adanya alarm atau pemberitahuan kebakaran 
  • Memastikan bahwa pemberitahuan umum mengenai status keadaan siaga telah dilakukan 
  • Melaporkan status keadaan darurat kepada pimpinan   
  • Melakukan komuniksi intensif dengan Safety Representative dan instansi terkait (Fire Brigade, ERT/emergency response team Area lain) 
  • Siaga untuk menerima laporan mengenai situasi dari Pemimpin Regu Pemadam Kebakaran/Fire Brigade yang berada di lokasi kebakaran dan menetapkan perlu tidaknya evakuasi total 
  • Selalu memantau mengenai status evakuasi, kondisi kebakaran, jumlah karyawan yang terjebak, 
  • Pastikan tersedianya peta, gambar bangunan, buku FEP (fire emergency plan), kunci-kunci yang diperlukan 

Petugas Evakuasi (1)
  1. Mencari penghuni atau siapa saja, dimana pada saat terjadi kebakaran ada di lantai tersebut, terutama diruang-ruang tertutup dan memberitahu agar segera menyelamatkan diri 
  2. Melacak jalan, meyakinkan jalan aman, tidak ada bahaya, hambatan ataupun jebakan pintu tertutup. 
  3. Memimpin para penghuni meninggalkan, ruangan, mengatur dan memberi petunjuk tentang rute dan arus evakuasi menuju ke tempat berkumpul (assembly point / daerah kumpul) melalui jalan dan tangya darurat.
  4. Melaksanakan tugas evakuasi dengan berpegang pada prosedur.evakuasi, antara lain 
    • Melarang berlari kencang, berjalan cepat dan tidak saling mendahului 
    • Mengingatkan agar tidak memmbawa barang besar dan berat 
    • keluar gedung untuk menuju assembly area 
    • berkumpul ditempat yg ditentukan 
    • Melarang kembali masuk kedalam bangunan sebelum diumumkan melalui alat komunikasi, bahwa keadaan telah aman. 
  5. Mengadakan apel checking jumlah Penghuni guna meyakinkan bahwa tidak ada yang tertinggal di gedung/area kerja 
  6. Menghitung dan mengevaluasi jumlah korban (sakit/luka, pingsan, meninggal) .

Prosedur bagi…
Teknisi (Electrical/Utility)
  • Matikan peralatan pengendali listrik dan aliran gas yang bisa dikenai akibat kebakaran 
  • Pastikan bahwa peralatan pemadam kebakaran seperti misalnya Pompa dan Cadangan Air berfungsi dengan baik. 
  • Periksa daerah terbakar dan tentukan tindakan yang harus dilakukan 
  • Upayakan kelancaran sarana agar prosedur pengendalian keadaan darurat dan evakuasi berjalan baik

Prosedur bagi…
Petugas Keamanan
  1. Mengatur lalu lalu lintas kendaraan yang keluar masuk 
  2. Dan menyediakan lokasi parkir untuk Fire Truck 
  3. Lakukan langkah pengamanan selama petugas pemadaman bekerja memadamkan kebakaran dengan cara : 
    • •Mengatur lingkungan sekitar lokasi untuk memberikan ruang yang cukup untuk mengendalikan kebakaran, 
    • •Mengamankan karyawan yang tidak bertugas dalam kebakaran. 
  4. Mengamankan daerah kebakaran lantai tersebut dari kemungkinan tindakan seseorang misalnya mencuri barang-barang yang sedang diselamatkan diselamatkan, mencopet penghuni yang sedang panik, dll 
  5. Menangkap orang yang jelas-jelas melakukan tindakan kejahatan dan membawanya ke pos komando


Demikian yang dapat saya sampaikan, prosedur di atas merupakan salah satu contoh prosedur penanganan darurat kebakaran. Prosedur ini dapat dikembangkan ataupun disesuaikan dengan jumlah personil, jumlah penghuni gedung, dan organisasi tim tanggap darurat dan tim K3 pada perusahaan bersangkutan. Semoga dapat menjadi refferensi dan bermanfaat. Terima Kasih.
 
 
Sumber Referensi : PT ISM Bogasari Flour Mills, Jakarta


Artikel Terkait:

1 comments:

Posting Komentar

Follow by Email

Cari Blog Ini